يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا .يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أمَّا
بعد
Kaum muslimin siding jumat
Allah
Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Sesungguhnya
hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.
[Az-Zumar: 10]
Dalam ayat
ini Allah menegaskan betapa besarnya pahala dari sikap sabar. Pahala tanpa ada
batasnya, tidak terhitung lagi, luar biasa besarnya.
Sabar dalam
Islam ada konsepnya tersendiri yang bisa jadi berbeda dengan kata sabar dalam
bahasa Indonesia.
Syaikh
Muhammad Shalih Al-Munajjid seorang ulama Saudi mengatakan bahwa kata ash-Shabru yang artinya
sabar, itu secara bahasa berarti al-habsu artinya menahan.
Hal ini
sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala,
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ
Dan
bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhan-nya pada pagi
dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; [Al-Kahfi: 28] maknanya adalah
tahanlah dirimu bersama mereka.
Kandungan
maknanya mungkin bahkan tidak pernah terbayang oleh orang yang belum
memahaminya dengan lengkap sesuai dengan penjelasan para ulama berdasarkan
dalil-dalil dari Kitabulah dan as sunnah.
Kata ash-Shabru
– sabar – merupakan lawan kata dari al-Jaz’u yang berarti keluh kesah.
Sedangkan
secara istilah, sabar adalah menahan jiwa dari kecenderungannya dan memelihara
jiwa dari hawa nafsunya, atau bisa juga menahan diri untuk melakukan sesuatu
yang Allah kehendaki atau menahan diri dari melakukan sesuatu yang Allah
larang.
Oleh
karenanya orang yang bersabar terhadap musibah dinamakan Ash-Shabir karena dia
telah menahan dirinya dari berkeluh kesah.
Dan bulan
Ramadhan dinamakan dengan syahrush shabri atau bulan kesabaran karena
orang-orang muslim menahan diri mereka dari menikmati makanan, minuman dan
berbagai syahwat di bulan tersebut.
Ma’asyiral
Muslimin rahimakumullah,
Imam Ahmad
bin Hanbal rahimahullah mengatakan bahwa ayat tentang sabar dalam al-Quran
al-Karim ada di 90 tempat.
Ini
menunjukkan betapa besarnya perhatian Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap
persoalan sabar.
Nabi ﷺ juga banyak berbicara tentang
masalah sabar. Sebagai gambaran kami berikan sebagian contoh ayat-ayat dan
hadits yang membicarakan tentang sabar.
Sabar Dalam
al-Quran
وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ -٤٥-
Dan mohonlah
pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan (shalat) itu sungguh
berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu, [Al-Baqarah: 45]
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Wahai
orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan
tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah
agar kamu beruntung. [Ali Imran: 200]
وَاصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ
Dan
bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang
berbuat kebaikan. [Hud: 115]
Ini adalah
sebagian dari ayat al-Quran yang memerintahkan kaum muslimin untuk bersikap
sabar.
Dan Di
antara hadits -hadits yang berbicara tentang sabar adalah sebagai berikut:
Rasulullah ﷺ bersabda,
مَا يُصِيبُ المُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ، وَلاَ وَصَبٍ، وَلاَ هَمِّ، وَلاَ حُزْنٍ، وَلاَ أَذًى، وَلاَ غَمِّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا؛ إِلاَّ كَفَّرَ الله بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
”Apa saja
yang menimpa seorang Muslim baik itu berupa rasa lelah, sakit, cemas, sedih,
luka maupun kegalauan hingga duri yang menusuknya, kecuali Allah menghapuskan
kesalahan-kesalahannya melalui semua itu.” [Muttafaqun ‘alaihi]
Dari
Shuhaib, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
”Sungguh
menakjubkan urusan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah
dimiliki kecuali oleh seorang mukmin. Jika dia mendapatkan kebahagiaan, ia
bersyukur. Itu baik baginya. Jika dia tertimpa musibah, ia bersabar. Itu baik
baginya.” [Hadits riwayat Muslim, no. 2999]
Sabar dalam
Islam itu ada tiga macam atau jenis sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Khalid
bin Su’ud Al-Bulaihid sebagai berikut:
1. Sabar
dalam hal menjalankan ketaatan.
yaitu dengan
mengharapkan pahala dalam melakukan ketaatan, bersabar atas kepayahannya dan
melakukannya sesuai syariat serta terus menerus melakukannya.
2. Sabar dari
melakukan kemaksiatan kepada Allah.
Yaitu dengan
berjihad melawan hawa nafsu dan setan serta bersabar dengan kepayahan dalam
meninggalkan hal-hal yang dilarang tersebut serta menjauhi kerusakan dan para
pelakunya.
Sebagai
contoh adalah sebagaimana kisah kesabaran Nabi Yusuf ‘alaihis salam dalam
menolak ajakan maksiat dari istri penguasa Mesir saat itu.
Padahal
istri penguasa itu sangat cantik, situasinya sangat kondusif dan beliau masih
muda dan kuat.
Namun beliau
bersabar dengan kesabaran yang agung sehingga Allah selamatkan Nabi Yusuf
‘Alaihis salam dari terjerumus ke dalam tindakan keji dan nista.
3. Sabar
terhadap takdir yang terasa menyakitkan.
Yaitu
bersabar terhadap deritanya, dan dampak yang ditimbulkannya serta menjauhi
seluruh perkataan dan perbuatan yang mengundang murka Allah Ta’ala.
Ma’asyiral
Muslimin rahimakumullah,
Allah Ta’ala
berfirman,
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Dan sungguh
akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan,
kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada
orang-orang yang sabar.
(yaitu)
orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa
innaa ilaihi raaji’uun“. [Al-Baqarah: 155-156]
Ma’asyiral
Muslimin rahimakumullah,
Di awal
khutbah sempat kami singgung bahwa sabar itu pahalanya tidak terbatas.
Sebenarnya ini hanyalah satu dari sekian banyak dari keutamaan sabar.
Allah Ta’ala
berfirman,
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Sesungguhnya
hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.
[Az-Zumar: 10]
Sufyan
Ats-Tsauri rahimahullah berkata,
إِنَّمَا اْلأَجْرُ عَلَى قَدْرِ الصَّبْرِ
“Pahala itu
hanyalah sesuai dengan kadar kesabaran.”
وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
Dan
sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang
yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Innā lillāhi wa innā ilaihi
rāji‘ūn” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali).
Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhan-nya, dan mereka
itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. [Al-Baqarah: 155-157]
Semoga Allah
Ta’ala berkenan mengaruniakan kepada kita semuanya sikap sabar yang indah dalam
menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya serta dilindungi dari
berbagai musibah hingga akhir hayat kita.