"Brak" kulempar satu buah tas besar ke wajah istriku
"Pulanglah ke orang tuamu, aku sudah tak bisa memahamimu, kamu istri pembangkang, bagiku istri adalah orang lain, sedang ibu dan adikku mereka adalah darah dagingku, tak ada bekas ibu dan bekas adik" Aku mengumpatnya
"Pulanglah ke orang tuamu, aku sudah tak bisa memahamimu, kamu istri pembangkang, bagiku istri adalah orang lain, sedang ibu dan adikku mereka adalah darah dagingku, tak ada bekas ibu dan bekas adik" Aku mengumpatnya
Kulihat istriku menangis, bergegas mengambil tas besar tersebut dan
memasukkan beberapa gamis kumalnya kedalam tas. Istriku, sudah tak
pandai merawat diri, tak cakap menjalankan perintah Ibu dan adikku,
tak ada guna di pertahankan. Dasar istri tak berguna, rutukku dalam
hati.
Aku berhasil mengusir istriku. Setelah 6 tahun
pernikahan, kulihat dia semakin lama sudah tak patuh padaku. Bagiku,
kewajiban dan tugas seorang istri untuk menyelesaikan pekerjaan rumah,
memasak, mencuci pakaian seluruh anggota keluarga di rumah ini,
menyetrika, membersihkan kebun bahkan bila senggang seharusnya dia pun
harus membantuku mencuci motor kesayanganku dan memberi makan burung
peliharaanku. Itulah tugas seorang istri, harus patuh terhadap suami
dan keluarga suami. Itu harus dilakukan oleh istriku untuk mendapatkan
ridho dari aku, karena akulah pemilik surga baginya.
Tak
kuhiraukan mata merah istriku, kuabaikan tangis kedua balita ku,
biarlah dua bocah itu mengikuti ibunya karena mereka memang masih
menjadi kewajiban istriku untuk merawatnya.
Di rumah ini aku
masih mempunyai tiga keponakan yang sudah kuanggap sebagai anakku.
Karena mereka adalah anak adikku, jadi mereka adalah darahku juga.
Dengan membawa Alif dan menggendong Intan, istriku pergi, kulihat dia
berpamitan pada ibuku tapi ibuku menepisnya dan kulihat juga adikku
hanya melirik tak bergeming.
Sudahlah, sudah pergilah sejauh
mungkin bila itu kehandakmu. Segera akan ku urus surat perceraian dan
segera kupinang Arumi bila perceraian ini telah selesau. Arumi,
perempuan jelita berambut panjang itu, aku yakin bisa menggantikan
posisi istriku.
Untuk patuh kepadaku dan menyayangi seluruh keluargaku.
Aku yakin dia bisa menjadi istri solehah dan mau melakukan seluruh
tugas di rumah ini seperti yang ibu dan adikku harapkan.
Karena aku,
Karena aku adalah lelaki pemilik surga
Lelaki pemilik surga untuk istri yang patuh kepadaku dan keluargaku.
di copy dari link Grup Facebook
Komunitas Bisa Menulis
(https://www.facebook.com/groups/KomunitasBisaMenulis/?ref=nf_target&fref=nf)
di Tulis Oleh Yusuf
https://www.facebook.com/adiwangsa.aslijan?__tn__=%2CdC-R-R&eid=ARBEFN1pFNirkCt-z7919ESFwJwGb531vPS4XdWijoDVoeSHsn1N_1vekYknOCZ0UIjE_KBF-4nT6uEc&hc_ref=ARTePA4spU4fjZnlFrZVfpejAFsvdmyfwjultkROvq5a02SjTc0IcOmtJFBfzXv48x4&fref=nf

