TIPS BERPACARAN ISLAMI_ Kalau dengar kata “Pacaran”, kira-kira apa
yang Sahabat Hubbuu pikirkan? Pastinya hubungan dua insan dong, ya. Sama, saya
juga begitu mikirnya. So, berarti pacaran itu ada dong? Ya, jawabannya jelas
ada. Kalau enggak ada, berarti kalian nggak gaul. Hehe
Lalu pacaran itu apa sih sebenarnya? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi
Ketiga, 2002:807), pacar adalah kekasih atau teman lawan jenis yang tetap dan
mempunyai hubungan berdasarkan cinta-kasih. Berpacaran adalah bercintaan;
(atau) berkasih-kasihan (dengan sang pacar). Memacari adalah mengencani; (atau)
menjadikan dia sebagai pacar. Sementara kencan, adalah berjanji untuk saling
bertemu di suatu tempat dengan waktu yang telah ditetapkan bersama.
Sementara itu, ternyata pacaran ini bisa
memacu romantisme dalam menjalin hubungan berumah tangga dengan seseorang. Dengan
adanya pacaran inilah maka seseorang akan berusaha mengenal, memahami, dan
bahkan berusaha saling menjalin keakraban sebelum masuk dunia pernikahan. Ini menurut
Erickson dalam Santrock, 2003.
Dan jangan lupa ya Sahabat Hubbu, ada juga nih menurut
Imran dalam modul perkembangan seksualitas remaja (2000), bahwa pacaran itu
memiliki beberapa aktivitas. Yakni : Berbincang-bincang dan juga
berciuman. Berbincang dilakukan untuk saling mengakrabkan. Sementara berciuman
untuk membuktikan rasa cinta.
Masih menurut Imran, ternyata perilaku berciuman ini
kebanyakan dilakukan dengan berbagai jenis, yakni ; ciuman kering dan ciuman
basah. Sementara aktivitasnya bisa meliputi kegiatan seperti meraba area sensitif, berpelukan, masturbasi, petting, oral dan intercourse (berhubungan badan)
Waduh? Berarti kalau begitu sama dengan berzina dong?
Kan belum ada hubungan yang sah? Terus bagaimana kalau pacarannya nggak
ngapa-ngapain? Tujuannya untuk saling memotivasi dan meningkatkan keimanan.
Hemm, bener juga ya? Istilah lain dari gaya pacaran yang memunculkan motiv penyemangat (padahal sih nggak juga), disebut
berpacaran secara islami (kalau kontennya islami) atau pacaran sehat (pacaran yang nggak ngapa-ngapain). Kata ustadz muda, Felix Siaw, kalau pacaran nggak ngapa-ngapain, terus ngapain pacaran? hehehe, ada-ada saja nih ustadz kalau bikin candaan. Gimana tuh Sahabat Hubbuu sekalian?
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah
suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk” (QS. Al-Israa' : 32)
Lah, tujuannya kan buat motivasi?
Masak nggak boleh juga? Kan nggak zina?
Setiap sesuatu yang mendukung terjadinya sesuatu, maka dia semua sebabnya dihukumi sama dengan sesuatu itu. Misalnya khamar, sesuatu yang memabukkan. Dalam
hadits Rasulullah SAW, setiap yang mendukung terjadinya mabuk dihukumi haram. Mulai
dari penjual, pembeli, yang membelikan, yang melakukan dan lain
sebagainya. Hal serupa, juga berlaku dalam zina. Ingat ya sahabat Hubbu,
kalimat dalam ayat itu adalah “Jangan mendekati zina”, bukan “jangan melakukan
zina”. Artinya, mendekatinya saja udah nggak boleh. apalagi melakukannya. gawat dong kalau gitu.
Nah, Sahabat Hubbuu, rupanya zina ini banyak jenisnya loh. Ada yang namanya zina hati, zina mata, zina angan-angan, pikiran dan lain sebagainya. Biasanya, zinanya hati terjadi ketika dilambungkan oleh angan-angan, dan kemudian dibenarkan dengan kemaluan. Zinanya mata terjadi karena pandangan, yang menimbulkan syahwat. bahayanya Sahabat Hubbuu sekalian, trik buat menaklukkan hati supaya nggak ditunggangi nafsu ini berat banget kalau nggak dihindari.
Nah, Sahabat Hubbuu, rupanya zina ini banyak jenisnya loh. Ada yang namanya zina hati, zina mata, zina angan-angan, pikiran dan lain sebagainya. Biasanya, zinanya hati terjadi ketika dilambungkan oleh angan-angan, dan kemudian dibenarkan dengan kemaluan. Zinanya mata terjadi karena pandangan, yang menimbulkan syahwat. bahayanya Sahabat Hubbuu sekalian, trik buat menaklukkan hati supaya nggak ditunggangi nafsu ini berat banget kalau nggak dihindari.
Terus, berarti tips pacaran
islami itu nggak ada dong?
Yap, nggak ada yang islami dalam pacaran. sebab Allah berfirman :
“Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian
(diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak
yang kamu miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian
dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah
kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan
janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang
mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi.
Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu” (QS.An-Nur
: 33)
So, kalau tetep keukeuh mau pacaran islami juga, ya nikahin dulu. Setelah itu bebas mau
ngapain aja. mau gelitik-gelitikan, cubit-cubitan, kejar-kejaran juga boleh.
”Segala sesuatu yang dijadikan permainan oleh anak Adam adalah bathil, kecuali tiga perkara, melepaskan panah dari busurnya, latihan berkuda, dan senda gurau (mula’abah) bersama keluarganya, karena itu adalah hak bagi mereka.” (HR. Ath-Thabrani)
Mau pandang-pandangan. lirik-lirikan. pegang-pegangan tangan. sekaligus nge-date alias kencan di taman jomblo juga boleh.
“Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan istrinya memperhatikan suaminya,” kata Nabi Saw. menjelaskan, “maka Allah memperhatikan mereka berdua dengan perhatian penuh rahmat.” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Al-Khudzri r.a.)
“…Manakala suaminya merengkuh telapak tangannya (diremas-remas), maka berguguranlah dosa-dosa suami-istri itu dari sela-sela jari-jema-rinya.” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Al-Khudzri r.a.)
Udah halal nih soalnya. Tapi plis, jangan ke taman jomblo dehn kencannya, kasian tuh yang pada jomblo ngeliatin. :D
kalau sudah halal, In Sya Allah semua aktivitas yang ada dalam definisi pacaran di atas, boleh dilakukan dengan pacar halalnya. cieeeee. :D
”Segala sesuatu yang dijadikan permainan oleh anak Adam adalah bathil, kecuali tiga perkara, melepaskan panah dari busurnya, latihan berkuda, dan senda gurau (mula’abah) bersama keluarganya, karena itu adalah hak bagi mereka.” (HR. Ath-Thabrani)
Mau pandang-pandangan. lirik-lirikan. pegang-pegangan tangan. sekaligus nge-date alias kencan di taman jomblo juga boleh.
“Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan istrinya memperhatikan suaminya,” kata Nabi Saw. menjelaskan, “maka Allah memperhatikan mereka berdua dengan perhatian penuh rahmat.” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Al-Khudzri r.a.)
“…Manakala suaminya merengkuh telapak tangannya (diremas-remas), maka berguguranlah dosa-dosa suami-istri itu dari sela-sela jari-jema-rinya.” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Al-Khudzri r.a.)
Udah halal nih soalnya. Tapi plis, jangan ke taman jomblo dehn kencannya, kasian tuh yang pada jomblo ngeliatin. :D
kalau sudah halal, In Sya Allah semua aktivitas yang ada dalam definisi pacaran di atas, boleh dilakukan dengan pacar halalnya. cieeeee. :D
Hemm, kan belum siap buat nikah. Belum
ada penghasilan. Ada nggak sih solusi yang lain?
Tips pacaran
islami, ya Cuma nikah. Nggak ada cara lain. atau diantisipasi dengan berpuasa. Sebab
dengan berpuasalah maka libido akan menjadi lemah. Kalau belum punya penghasilan, nggak usah khawatir. Allah yang akan memampukan sahabat. Kan Allah sendiri yang janji, bahwa Allah akan
memampukan mereka dengan karunia-Nya. Rejekinya orang yang menikah
itu dijamin sama Allah.
Yuk, putusin pacar mulai dari sekarang? Kalau sayang do'i, ya di nikahi,
bukan di pacari. :D (*)