Susahnya menjadi Reza Kecil.

Tidak semua hal bisa dimengerti di awal. Sering kali saya baru memahami suatu kegiatan atau peristiwa di akhir ceritanya, setelah saya menjalani. Hidup saya dulu mungkin sulit dijelaskan, tatapi saya terus bersabar dan berdoa "ya Allah berikanlah kebaikan dalam setiap apa yang saya pilih dan saya kerjakan", akhirnya akan ada titik pencerahan. untuk hal-hal yang tidak sanggup saya pikirkan maknanya dan tidak ada pilihan selain menjalani, ya jalani saja. Allah akan segeran membukakan tabir rahasia pengertian yang terkandung didalamnya..
Berdoa
Berharap dan memintalah pada sang Pencipta Alam Semesta

Saya benar-benar merasakan, dan hal ini sangat nyata, bahwa orang-orang yang meyakiti saya adalah orang-orang yang mendewasakan saya. Dulu saya sering dihina oleh seseorang. Sakit rasanya, namun nyatanya dia utusan Allah yang membentuk kedewasaan saya, bahkan mendukung kesuksesan saya.

Orang yang bijaksana selalu berfokus pada tujuan akhir. Ia tidak terburu-buru memberikan penilaian pada masa kini. Apa yang sekarang terlihat tidak meyenangkan bisa saja merupakan pembawakebaikan pada akhirnya.

Masa lalu saya bukanlah masa lalu yang indah. Saya lahir di keluarga yang berkekurangan. Saya ingat ibu saya sering bercerita bahwa untuk kelahiran saya saja, ayah saya meminjam uwang kepada orang lain. Semasa saya berusia belita, ayah saya adalah nelayan ikan di sungai dan kemudia menjadi tukang bangunan. Kami sering dihina orang. Orang yang tadi saya bilang menghina saya adalah keluarga saya sendiri. Ada hinaan yang sangat membekas di batin saya. Namun, makin kesini saya semakin sadar bahwa semua itu terjadi seizin Allah.

Manusia punya masa-masa sulit, Bersedih itu manusiawi

Tampa luka batin itu mungkin juga saya tidak akan menulis disini, bahkan pada titik ini. Allah telah membuat seorang Reza kecil terluka pada masa kecilnya agar bisa mencapai pada titik seperti saat ini.  Mohon renungkan betapa saya dicintai Allah, buktinya, jauh-jauh hari Allah telah mengizinkan seorang Reza kecil tidak bahagia dan sempat membawa luka batin itu selama belasan tahun, hanya agar tulisan ini tersaji untuk bisa anda baca. betapa besar rencana Allah, suatu Mahakarya Agung. dari seorang yang terluka, Allah menggunakannya untuk kemuliaan yang mungkin dia sendiri tidak tahu potensinya.

Kekuatan dalam hidup saya adlah saat saya ingat bahwa Allah sangat mencintai saya.

Saya membawa luka batin ini selama belasan tahun, tetapi waktu itu saya tidak sadar hal itu membuat saya sangat menggebu-gebu berjuang dan membuktikan bahwa hinaan itu tidak benar, sampai akhirnya saya meyelesaikan studi S1 atas anugrah dari Allah yang maha pemberi saya bisa menikmati keadaan saya sekarang ini. Syukurlah ayah saya masih hidup. beliau berkata, "Di keluarga kita tidak ada yang berpendidikan sampai S1, paling cuma SMA. kamu bisa katakan itu kepada beliau (orang yang menghina keluarga saya)". Saya hanya tersenyum dan tidak mau melakukannya. Pada akhirnya, bila nanti saya bertemu dan berhadapan dengan orang yang menghina saya, saya akan mengucapkan terima kasih. Sewajarnya memang begitu; terhadap orang yang telah mendewasakan saya, orang yang memicu saya untuk sukses, saya berterima kasih, bukan membenci..
Setiap usaha yang baik mendapat balasan yang baik pula.

Waktu menulis ini saya amat merinding. Sengguh besar rahasia Ilahi dalam hidup saya, jangan pernah berprasangka buruk dulu. Sesungguhnya dalam hal buruk sekalipun ada kebaikan. Kenapa saya malah Curhat.??? Heheheee...

Orang yang tidak hobii bersyukur sering kali mata batinnya tidak meyadari banyak nikmat yang telah dia rasakan.

Reza Fahlevi kecil

Reza Fahlevi sekarang


Penulis: Reza Fahlevi







Sering dibilang pendiam dan puitis, penggemar club sepak bola Chelsea dari liga Inggris, dan terkenal karena hobi menulis
Fahlevi Reza

Sering dibilang pendiam dan puitis, penggemar club sepak bola Chelsea dari liga Inggris dan terkenal karena hobi menulis.

Previous Post Next Post